Search This Blog

PERHATIAN!!!!!!!!!

DISINI BUKAN TEMPAT UNTUK MEMAKI,MENGEJI ATAU MEMUSUHI.....DI SINI TEMPAT UNTUK MEMPELAJARI

mysterious

mysterious

Monday, March 29, 2010

Ahlulbait dalam Sunnah Nabi saw

Ahlulbait dalam Sunnah Nabi saw


Orang yang membaca sunnah-sunnah Nabi saw, perjalanan hidupnya dan
memperhatikan hubungannya dengan Ahlulbaitnya yang telah ditegaskan
di dalam Al-Quran yakni Ali, Fathimah adan kedua putranya, pasti dia
mengetahui bahwa Ahlulbait Nabi mempunyai tanggung jawab risalah
dengan umat ini. Rasulullah saw telah menggariskannya untuk umat
agar mereka menerimanya sebagai perinyah dari Allah `azza wa jalla.

Langkah pertama yang ditempuh Nabi saw ialah melaksanakan perintah
Allah, yaitu menikahkan Fathimah kepada Ali bin Abi Thalib. Beliau
menanam pohon yang diberkati agar cabang-cabangnya menjangkau segala
ufuk umat ini di sepanjang sejaarahnya.

Tentang pernikahan itu Nabi bersabda kepada Imam Ali—salam
atasnya : “Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku agar aku
menikahkanmu kepada Fathimah dengan mahar empat mitsqal perak jika
engkau rela dengan yang demikian.” Dia berkata: “Aku rela dengan
yang demikian.”

Dari pernikahan yang diberkati itu lahir Imam Hasan dan Imam Husayn.
Dan dari sulbi Imam Husayn lahir sembilan Ahlulbait Nabi yang suci.
Dzurriyyah (keturunan) Nabi melalui sulbi Imam Ali as sebagaimana
yang beliau katakan : “Sesungguhnya Allah telah menjadikan keturunan
setiap nabi dari sulbinya, tetapi dzurriyyahku dari sulbi orang ini
yakni Ali.”

Cerita Ahlulbait Nabi saw dalam sunnahnya lebih banyak lagi, baik
tentang Fathimah sebagai sayyidatu nisa` l`’alamin, pengangkatan Ali
sebagai khalifah Nabi yang pertama, Ahllulbait sebagai padanan Al-
Quran, kedudukan mereka, dua belas imam maupun yang lainnya. Di sini
kita ceritakan dua hal saja, yaitu yang paling mengikat: Ahlulbait
sebagai bahtera keselamatan dan Ahlulbait padanan Al-Quran.

Bahtera Keselamatan

Abu Nuaym telah meriwayatkan hadits yang sanadnya dari Sa’id bin
Jubayr dari Ibnu Abbas dia berkata bahwa Rasulullah saw telah
mengatakan : “Perumpamaan Ahlulbaitku pada kamu adalah semisal
bahtera Nuh—`alayhi l`salam—barangsiapa yang mengikutinya pasti
selamat dan yang berpaling darinya pasti dia tenggelam.” Hadits Nabi
ini diriwayatkan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak `ala l`Shahihayn 2/343.
Dia berkata : Hadits ini sah berdasarkan persyaratan Muslim. Pesan
dari sunnah Nabi ini ialah bahwa kita hanya akan selamat jika
mengikuti Ahlulbait Nabi yang disucikan.

Padanan Al-Quran

Ahlulbait telah dijamin kesuciannya, mereka yang menjaga tafsir Al-
Quran dan sunnah-sunnah Rasul, mereka yang menjaga kesucian ajaran
Islam dari penambahan dan pengurangan, dari bid’ah, khurafat dan
takhayyul.

Supaya umat tidak tersesat, maka Rasulullah saw berpesan kepada
manusia agar tida tersesat jalan, sabdanya : “Wahai umat manusia!
Sesungguhnya telah kutinggalkan pada kamu yang apabila kamu
berpegang dengannya kamu tidak akan tersesat; kitab Allah
dan `itrahku Ahlulbaitku.” (HSR Al-Turmudzi 2/308).

Ahlulbait Dikenal Umat Terdahulu

Ahlulbait telah dikenal oleh umat-umat terdahulu, antara lain oleh
Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Musa—salam atas mereka.

Nabi Adam –salam atasnya–telah bermohon kepada Allah dengan hak
mereka. Ibn Abbas telah berkata : “Saya telah bertanya kepada
Rasulullah saw tentang kalimat-kalimat yang telah diterima Adam dari
Rabb-nya hingga Dia menerima taubatnya. Nabi saw bersabda : “Dia
telah bermohon (kepada Allah) : Dengan hak Muhammad, Ali, Fathimah,
Hasan dan Husayn terimalah taubatku, lalu Dia menerima taubatnya”.
(Al-Durr al-Mantsur ketika menafsirkan firman Allah `azza wa
jalla : “fatalaqqa `Adamu min Rabbihi kalimat,” (QS. Al-Baqarah 37),
baca juga kitab Kanzu l“Ummal 1:234.

Sebuah team ahli peneliti Rusia telah menemukan tumpukan kayu bekas
kapal Nabi Nuh as. yang di dalamnya terdapat tulisan doa tawassul
dengan Nabi Muhammad saw dan Ahlulbaitnya.

No comments:

Post a Comment